Tempat aku mengajar sekarang sebenarnya adalah tempat aku belajar dulu. Di gedung bertingkat dua dengan warna khas biru-orens, aku belajar Bahasa Inggris dan kursus komputer di sana dengan mengambil program 1 tahun. Kegiatan yang -sok- super sibuk itu aku jalani waktu masih SMA. Tepatnya kelas 2 SMA. Pulang sekolah jam 12.30, les komputer jam 14.00-16.00, dan jam 17.00-18.30 aku les bahasa Inggris. Memang nggak setiap hari. Seminggu cuma 3 kali dan aku ambil di hari Senin-Rabu-Jum'at. Dari pulang les komputer itu aku nggak pulang ke rumah, rasanya nanggung aja gitu, sejam doang kan? Waktu satu jam itu aku manfaatin buat sholat ashar tentunya, wkwk pamer, terus nongkrong di toko buku. Toko buku itu kebetulan gandengan sama tempat aku kursus ini. Bisa dilalui sambil tiduran. Guling-guling gitu.
Tampilkan postingan dengan label About Them. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label About Them. Tampilkan semua postingan
Minggu, 16 September 2018
Di Angkot: Bukan Dilan-Milea
Masih ingat dialog Dilan dan Milea di angkot? Itu, yang ada di buku Dilan 1990, atau kalau kamu belum baca bukunya, pasti pernah kan nonton filmnya? Atau trailernya deh. Pernah?
3 Alasan Dilan-Milea Tidak Menikah
Tau kisah Dilan si bad boy yang romantis? Bagi pecinta Dilan kayak aku ini, tentu aja hampir hafal semua dialog yang ada di ketiga novel tersebut: Dilan 1990, Dilan 1991, Milea. Aku berpikir, dengan banyaknya dialog dan cerita baper di dalamnya yang bisa buat aku senyum-senyum sendiri atau terkadang ketawa lepas, rasa-rasanya sangat disayangkan kalau Dilan dan Milea ini tidak jadi menikah. Mungkin ada bebarapa sebab selain kesalahpahaman dan kurangnya komunikasi antara Dilan dan Milea tersebut. Aku mau coba merangkumnya dalam 3 alasan Dilan dan Milea tidak menikah. Tadinya sih mau buat 5. Cuma kayaknya kebanyakan deh. Nggak ada bahan juga sih. Hahaha.
Kamis, 13 September 2018
"Kalau kamu bahagia sama dia, aku juga ikut bahagia"
" Aku ingat, aku pernah bilang kepadanya jika ada yang menyakitinya, maka orang itu akan hilang. Jika orang itu adalah aku, maka aku pun harus hilang." (Milea: Suara dari Dilan, bab 10; Putus, hlm. 220)
Kamis, 30 Agustus 2018
Apa Sih Yang Diobrolin Cowok Kalau Lagi Nongkrong?
Karena jarak rumah ke kampus yang cukup jauh, aku nggak pulang, nungguin dosen di kampus sambil Wifi-an, ng-download beberapa film.
Sabtu, 22 Oktober 2016
Akseyna Ahad Dori
Akseyna Ahad Dori
=========♡♡♡==========
Mahasiswa UI yang ditemukan tewas di danau. Sudah ada titik
terang mengenai kasus pembunuhannya -katanya- namun ya begitulah. -_-
Ntah kenapa tetiba tadi malam ngantuk hilang seketika saat
teringat Almarhum. Padahal gak kenal. :3 Cuma pernah 2 kali liat
beritanya di tv. Itu juga beritanya udah lama ngilang. Pokoknya gatau kenapa
tiba-tiba teringat. :3
Sangkin penasaran, dari jam 2 pagi sampai jam 3 kerjaan aku
cuma nyari-nyari semua tentang Akseyna. Ternyata Almarhum sosok yang luar
biasa. Berbakat.
Sampai fb nya juga aku kepo-in. Ehh pas liat-liat fb
Almarhum, aku ketemu juga sama fb Mbak nya.
Aku kepo-in lagi. :3
Menurutku, Si Mbak almarhum kuat banget nerima musibah ini.
Salut. :')
Ternyata di postingan si Mbak ada Fanspage dengan nama,
"Peduli Akseyna". Tertarik lagi, aku kepo-in lagi. :3 Di
Fanspage itu juga banyak postingan mengenai perkembangan kasus Almarhum.
Melihat profil almarhum yang dibanjiri banyak prestasi.
Kesel banget rasanya sama Si Pembunuh. :3 Kok jahat banget gitu ya? >_<
Sampai pada akhirnya aku liat kutipan yang di posting si
Mbak nya almarhum di akun fb nya;
"Dan kini, Adikku, kini terasa betul oleh kita, pahit
sungguh hidup di dunia ini, bila kita selalu ingat pada kejahatan orang lain.
Tapi untuk kita sendiri, Adikku, bukankah kita tidak perlu menjahati orang
lain?"
(Bukan Pasar Malam - Pramoedya Ananta Toer)
Seketika itu juga aku off, nyesek baca kutipan yang
di-posting si Mbak. :'(
Semoga keluarga semakin tabah dan kasusnya cepat
terselesaikan. :')
#Peduli_Akseyna
Medan, (kira-kira awal Januari 2016)
Langganan:
Postingan (Atom)





